Google Googgles Business Model and Scamper

berikut ini adalah tugas untuk membuat sebuah business model dari googgles dan SCAMPERNYA

Image

SCAMPER

Substitute

Substitute the source of information, from google to customer inti customer to google

Combine

Combine all the information from google and customers

Adapt

Adapt from not be able to give information, now be able to give information

Modify

Modify from the basic search engine into photo, music, sound, video search engine

Put to Other Uses

search engine also could became other use like social media

Eliminate

Eliminate the many similar categorized advertising

Reverse or Rearrange

Provide an shocking gift to some several customer (limited) and lucky Customer

SCAMPER

SCAMPER strategy adalah sebuah alat atau “tools” yang digunakan dalam membantu menghasilkan sebuah ide-ide baru yang innovative atau mencari alternatif. SCAMPER adalah singkatan dari Substitute, Combine, Adapt, Modify, Put to other uses, Eliminate, Reverse/Rearange. SCAMPER dapat membantu kita mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan imajinatif agar bisa menghasilkan sesuatu yang lebih baik dalam suatu proses. 

saya akan mencoba memberikan gambaran bagi tiap-tiap bagian SCAMPER dengan memberikan contoh di SBM-ITB:

Substitute (Pengganti)

mengubah sistem pembelajaran menjadi sebuah sebuah game

Combine (Menyatukan)

mengkombinasikan semua tools untuk mengajar seperti Situs, blog, information, dll menjadi sebuah alat yang nantinya akan digunakan dalam game sebagai senjata senjata atau achievment yang harus dimiliki untuk menyelesaikan task tersebut.

Adapt (Beradaptasi)

dengan memperkenalkan methode ini dan mengkondisikan bahwa semua ini seperti sedang memainkan sebuah game, apabila kita serius pasti bisa melakukan dengan yang terbaik.

Modify (Memodifikasi)

Lokasi perkuliahan yang diubah menjadi tempat yang sangat nyaman, dengan koneksi internet yang cepat, dengan cafeteria yang menarik membuat para mahasiswa semakin nyaman untuk belajar 

Put to other uses (Menempatkan pandangan yang berbeda)

memberikan pandangan bahwa waktu yang dihabiskan oleh mahasiswa di SBM-ITB yang berbeda dengan yang lainnya dan tidak hanya memberi kesempatan pada mereka untuk memperoleh kualifikasi akademik, namun dapat memberikan pengalaman berharga dalam dunia nyata, dimana mereka akan memberikan manfaat yang baik ketika mereka menuju dunia pekerjaan, bahwa hidup ini sangatlah mudah apabila kita ada kemauan keras dan usaha yang tinggi untuk menggapainya

Eliminate (Menghilangkan)

Menghilangkan pola fikir mahasiswa yang mengatakan bahwa kuliah itu bosan, kuliah itu melelahkan, dan semacamnya. dan memberikan mereka sebuah pola fikir kalau kesulitan dapat dilalui melalui cara yang menyenangkan

Reverse/Rearange (Mengatur ulang/membalikkan urutan)

Mengubah pola fikir yang hanya mengutamakan nilai diatas kertas, bukan proses dan ilmu yang menempel pada mahasiswa. Selain mengupayakan lpara alumni menjadi ahli manajemen bisnis yang memilki daya analisis tajam, dapat pula menciptakan sebuah proses belajar yang interaktif dan menyenangkan supaya bisa menghasilkan orang-orang yang bisa menghasilkan ide-ide besar dan berfikir lebih dari biasanya.

Business Model

Twitter

Twitter adalah sebuah social networking service online dan microblogging service yang memperbolehkan para penggunanya atau customer-nya untuk mengirim dan membaca sebuah text yang terdiri dari 140 kata atau bisa dikenal dengan sebutan “tweets”.

Dibuat pada bulan Maret 2006 oleh Jack Dorsey dan di luncurkan pada bulan Juli. Twitter ini tiba-tiba mengalami peningkatan popularitas yang sangat signifikan, dengan 500 juta pengguna di tahun 2012, menciptakan lebih dari 340 juta tweets perharinya dan memegang handling lebih dari 1.6 miliar search queries perharinya. sejak peluncuran pertamanya Twitter telah menjadi satu dari 10 website di internet yang sering di kunjungi oleh para pengguna internet, dan telah dinobatkan sebagai SMS-nya internet. para pengguna yang belum memiliki akun bisa membaca tweets, sedangkan pengguna yang sudah memilki akun bisa menge-post tweets melalui website itu sendiri, melalui sms, atau melalui aplikasi-aplikasi yang tersedia di smart phone yang ada.

Image